Selamat Datang

SELAMAT DATANG di BLOG SAYA

Wednesday, 1 October 2014

Contoh Susunan Redaksi Buletin

SUSUNAN REDAKSI

Pelindung dan Penanggung Jawab         : Drs. Munjid Nur Alamsyah, MM.
Pembina                                                  : Drs. Bambang Jemi
Pembimbing                                           : Nisya Rifiani

Pimpinan Redaksi                                   : Krasnaya Maghfirani
Sekretaris Redaksi                                  : Syailindri Juniansyah
Bendahara                                              : Dewi Nurfitria

Reporter                                                  : Dewin, Ifa, Fani, Afifah, Fisabella, Ronaa, Galuh, Putri, Ang, Nadia, Nurul, Giva, Dina, Nur, Ute, Salsha, Retnaning, Alfi, Najma, Desi, Ririz, Rahadyan, Mina, Okta, Afi, Dinda, Pita, Sasa, Budi, Naya, Tika, Wina, Khodijah, Diaz, Laras, Zizi, Imah, Dany, Citra, Fildzah, Dysa, Rega, Nida, Diesta, Nita, Uyi.


Layouter                                                  : Ryan, Rega, Rizal.

Contoh Opini

Hari Kartini
                21 April adalah hari Kartini, hampir seluruh sekolah memperingati hari tersebut. Namun untuk tahun ini perayaan tidak secara serentak karena pada tanggal tersebut jatuh pada hari Minggu. Salah satu sekolah yang memperingati hari Kartini adalah SMA N 5 Yogyakarta. Sekolah ini memeperingatinya pada tanggal 22 April 2013. Pagi-pagi sekolah sudah ramai dengan para siswa yang memasuki sekolah mengenakan pakaian adat lengkap. Walaupun ada sebagian orang yang mengenakan pakaian seadanya dan dipakai kurang rapi namun tidak mengurangi suasana kental adat.
                Peringatan hari Kartini di awali dengan upacara bendera, dan tentu saja petugas upacara adalah perempuan. Namun sangat disayangkan upacara ini molor dari jam yang telah ditentukan dan bahkan para siswa yang masih bertele-tele dan sulit diatur membuat semakin lamanya persiapan untuk upacara. Tidak hanya itu upacara dirasa kurang hikmat karena para siswa yang ramai sendiri mengobrol kesana-mkamri dan tidak memperhatikan jalannya upacara bendera. Ditambah lagi pada saat menaikkan bendera ada banyak siswa yang asik sendiri dengan teman-teman, sungguh pemandangan yang tidak asing lagi di Indonesia ini. Mungkin masih perlu ditanamkan nilai-nilai nasionalisme di dalam tubuh anak-anak jam sekarang dan peringatan yang tega agar menghargai perjuangan-perjuangan para pahlawan pendahulu kita.
                Stelah upacara bendera selesai acara dilanjutkan dengan bermacam-macam lomba diantaranya ada lomba masak, estafet, fashion show dan membuat lampion. Karena upacara mengalami keterlambatan maka secara otomatis acra lainnya mengalami kemunduran yang cukup lama. Peringatan ini termasuk kurang ramai karena siswa kelas XII tidak mengikuti karena barusaja menempun ujian nasional. namun ada juga siswa kelas XII yang tetap masuk untuk melihat keramaian peringatan hari Kartini dan ada yang menyelesaikan urusan-urusan dengan sekolah. Dan hal itu juga dirasa cukup untuk sedikit lebih meramaikan acara ini.
                Lomba demi lomba yang dilaksanakan tidak terlalu ramai karena penonton yang kurang tertarik dan tidak fanatik seperti event-event sebelumnya. Mungkin karena mereka mulai bosan atau gimana. Bahkan pada akhir-akhir lomba ada yang sudah pulang dan itu membuata kurang semangat yang mengikuti lomba. Lomba yang dirasa sedikit ramai adalah musikalisasi puisi dan fashion show pada awal-awal dan akhirnya juga sama.
                Pada fashion show guru, panitia harus memanggil satu persatu guru agar mau mengikutinya bahkan terkesan ngoyak-oyak. Padahal harusnya para guru memberikan contoh bahwa tidak harus disuruh mereka tetap mau namun justru sebaliknya. Mungkin saja guru-gur juga kurang tertarik atau malas mengikuti lomba sederhana itu. Dan justru banyak guru-guru yang malah masuk ke ruang gur untuk istirahat , makan dan minum.
                Namun akhirnya para guru ada yang mau mengikuti fashion show guru ini, ya walaupun hanaya guru-guru wanita namun stidaknya mereka telah meramaikan fashion show ini, dan bisa menjadi contoh bahwa kita harus percaya diri. Guru-gur berlenggak-lenggok menyusuri karpet merah yang telah disediakan lalu murid-murid melihat dengan senyuman terhibur oleh guru-guru tersebut.  Dan pada akhirnya pada saat pengumuman tiba , suasana benar-benar KRIK KRIK. Murid-murid sudah kembali ke kelas , berkemas-kemas pulang dan yang ada di depan panggung hanya yang dipanggil sebagai pemenang saja.
                Jadi hal yang dapat dirahapkan dari peringatan ahri kartini adalah melakukan hal-hal baik sepeti yang diteladankan oleh R A Kartini. Dan kita sebagai anak cucunya harus menghormati, mengahargai selalu pengorbanannya dan pahlawan-pahlawan lain yang ada di Indonesia. Dan semoga [pada peringatan-peringatan selanjutnya hal-hala yang tidak diinginkan seperti itu tidak akan terjadi lagi dan acara dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala apapaun.

Contoh Fakta Feature

GURU
                Guru, .. profi ini pasti tidak asing lagi ditelinga kita. Dulu guru dkenal dengan pahlawan tanpa tanda jasa, namun seiring dengan berjalannya waktu sekarang guru dijuluki dengan pembangun insan cendekia. Seperti dimana terdengar pada lirik lagu hymne guru yang telah diperbarui.
                Guru sangat melekat dengan “PNS”, kebanyakan orang mengangap menjadi seorang PNS itu mudah. Sebenarnya PNS itu tidak mudah, untuk menjadi seorang PNS kita perlu melalui berbagai perjuangan. Coba kita lihat dari sepenggal kisah tentang perjuangan Ibu Kartinah dari awal karirnya hingga sekarang yang kurang lebih sudah berkecimpung dalam dunia pendidikan 30 tahun lamanya.
                Pada awalnya beliau mulai menekuni profesi ini sejak tahun 1982 menjadi salah satu guru TK. Pada saat itu benar-benar terlihat benar bahwa guru tanpa tanda saja, guru-guru honor sewaktu itu hanya di gaji dengan beras yang beratnya kurang lebih 5 kg. Setelah beberapa lama menggeluti profesi di Jogja beliau pindah ke Jakarta karena mengikuti kakaknya. Namun tidak terhenti di situ, setelah pindah ke Jakarta beliau tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai guru TK. Disana beliau mengajar di salah satu TK yang cukup elit yaitu di daerah komplek wartawan. Disini sudah mulai ada gaji namun bukan berupa beras seperti di Jogja melainkan berupa uang yang berjumlah Rp. 20.000,00. Sungguh jumlah yang cukup sedikit namun ditahun segitu bahan-bahan pangan juga masih murah dan tidak seperti sekarang ini.
                Kemudian pada tahun 1994, ada ujian CPNS yang diselenggarakan di Jakarta. Tanpa berpikir panjang beliau mengikuti ujian tersebut. Tiap-tiap tes telah beliau lalui, pada saat itu tes tidak tertulis seperti saat ini tetapi tes lisan dan itu justru lebih bisa meyakinkan sebenarnya dari pada tes tertulis. Hari demi hari telah dilalui dan akhirnya pengumuman hasilnya keluar. Dan langsungl beliau melihat hasilnya, dan ternyata beliau bisa lulus dan ditetapkan sebagai PNS dan ditempatkan pada TK yang sama. Saat itu seorang PNS masih digaji Rp 17.000,00 namun tambahan dari yayasan tetap ada.
                Beberapa tahun kemudian ada yang mendirikan sebuah TK di sekitar komplek wartawan dan jarak dari TK beliau sangatlah dekat. TK itu bernama TK Ibu Kasur dan pada tahun ajaran berikutnya TK beliau mengalami kekurangan murid katrena banyak yang tertarik dan bersekolah di TK baru tadi. Berhubung di TK beliau ada 5 guru negeri naja 2 orang di kantorkan dan tidak mengajar termasuk beliau karena jumlah guru tidak sesuai dengan jumlah murid yang hanya sedikit. Dan setengah tahun kemudian beliau dipindah tugaskan mengajar di salah satu TK di daerah Jakarta Barat. Beliau memulai mengajar kembali dan tidak mengantor lagi.
                Setelah itu pada tahun 1991 beliau mutasi ke Jogja dan kembali mengajar disana. Beliau mengajar di TK Al-Huda yang berada di dusun Mandungan. Berbeda dengan TK di Jakarta tadi, disini jumlah gaji hanya dari pemerinta karena yayasan tidak menambahi uang untuk guru negeri. Karen tunjangan untuk guru honorer saja agar tidak iri satu sama lain. Beliau sanagt lama mengajar di TK tersebut, bertahun-tahun. Lalu pada tahun 2001 beliau memutuskan untuk melanjutkan ke perndidikan di jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah. Beliau kuliah di salah satu perguruan tinggi di Jogja, yaitu IKIP PGRI dan mengambil jurusan BK. Namun beliau  tidak meninggalakn profesinya sebagai guru, namun kuliah sambil kerja padahal beliau pada tahun itu juga telah memiliki keluarga dan anak keduanya masih kecil. Beliau harus merelakan banyak waktu untuk TK dan kuliahnya dibanding bermain dengan anak-anaknya. Setelah kira-kira empat tahun menjalani masa-masa kuliah akhirnya beliau dapat menyelesaikan kuliahnya dan lulus pada tahun 2005.
                Dan pada saatnya beliau tentram mengajar di TK Al-Huda dan memperjuangkannya karena pada saat gempa sekolah itu belum memiliki gedung sendiri dan gedung yang ditempati hancur luluh lantak oleh gempa. Beliau mencari bantuan kesan kemari hanya demi TK tersebut, bahakan walau hujan datang beliau tetap gigih memperjuangkannya. Sampai akhirnya beliau mendapatkan tanah wakaf untuk Tknya dan berhasil membangun TK yang kokoh dan lebih layak. Namun cobaan datang, ada salah seorang yang kurang senang dengan beliau dan mencoba menjatuhkannya. Ornag itu membuat fitnah-fitnah yang kurang  masuk akal kepada kepala yayasan. Sampai-sampai beliau sakit hanya karna meimikirkan hal itu.
                Akhirnya karena beliau sudah tidak kuat bertahan di TK yang dengan susah payah beliau bangun dari nol sampai sekarang. Beliau memutuskan untuk mutasi ke TK Pertiwi 58 Kwasen , disana beliau justru lebih nyaman karena teman-teman guru disana ramah dan baik-baik. Dan tidak ada masalah yang terlalu serius namun setiap orang pasti ada masalah. Dan beliau masih mengajar di TK Pertiwi 58 Kwasen sampai sekarang. Dan beliau berharap agar diberi kelancaran dalam mengajar dan diberi kesehatan pula agar bisa membangun anak-anak bangsa yang lebih baik.
                Inilah sepenggal kisah dari perjuanagan seorang guru untuk tetap menjalankan kewajibannya membangun anak bangsa yang mulia akhlaq dan moralnya. Kita dapat memtik banyak pelajaran dari berbagai pengalaman beliau. Saat ini beliau telah meiliki banyak piagam baik penghargaan maupun atas partisipasinya mengikuti segala kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan. Kegigihannya serta kerja kerasnya perlu sebagai inspirasi untuk kita semua gar tidak mudah putus asa karena masalah-maslah yang sebenarnya bisa kita atasi. Semoga perjuangan beliau tidak terhenti dan akan terus berlanjut selamanya dan banyak penerus-penerusnya yang akan menghisupakan pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Contoh Fakta Hardnews

Kecelakaan di Jawon Km9
                Minggu , 28 April 2013. Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jl. Wonosari km 9, sepeda motor yang dikemudikan Okta (15) dan Itoh (15) kehilangan keseimbangan setelah membentur sebuah pick up yang terpakir di pinggir jalan.
                Memang akhir-akhir ini banyak terjadi kecelakaan lalu lintas dan kebnyakan korban adalah remaja. Kecelakaan kembali terjadi, kali ini terjadi di Jl. Wonosari km 9. Kecelakaan ini termasuk kecelakaan tunggal, menurut para saksi kecelakaan ini terjadi sangat cepat dan hampir tidak ada yang mengetahui kejadian sesungguhnya. Untung saja kedua korban selamat, karena hanya luka sedikit pada tangan dan kakinya. Kecelakaan ini terjadi pada pukul 4sore.
                Menurut salah satu teman mereka Nanda (15) mereka akan pulang ke rumah setelah bermain di tempat temannya yang berada di dekat Prambanan. Kedua temannya itu berbeda jalur dengan teman-teman lain jadi mereka tidak tahu kejadian sesungguhnya, mereka mengetahui teman-teman mereka sudah lemas duduk di pinggir jalan lalu mereka menghampirinya tuturnya.
                Teman-teman mereka sempat panik karena tidak menyangka hal ini akan terjadi karena mereka baru saja bermain bersama tertawa bareng, namun pulangnya da musibah yang harus datang. Setelah beberapa menit duduk untuk menenangkan diri kedua korban dibawa ke rumah sakit dekat dengan TKP dan diantar oleh sopir mobil pick up tadi. Mereka besyukur masih ada yang mau mengantarkan jadi bisa lebih tenang.
                Sesampainya di rumah sakit teman-temannya langsung menghubungi orang tua korban. Setelah diobati oleh rumah sakit akhirnya mereka boleh pulang karena lukanya yang memang tidak terlalu serius. Setibanya orangtua mereka ke rumah sakit suasana menjadi lebih tenang karena sudah berkumpul dengan keluarga mereka. Peristiwa ini tidak sampai di jalur hukum karena mobil pickup yang ditabrak sudah tidak ada namun mereka tetap bersyukur karena si sopir sudah mau mengantar ke rumah sakit.
                Peristiwa ini membrikan pelajaran kepada kita semua bahwa walau kita sudah menanati  lalu lintas namun bisa mendapat halangan seperti ini. Dan janganlah saling menyalahkan karena mungkin semua memang salah dan tidak ada yang benar karena yang benar hanyalah Allah S.W.T. Untuk itu marilah kita senantiasa berhati-hati dalam berkendara dan selalu berdoa sebelum berkendara dan pentingkan keselamatan kita. Dan jangan parkir di sembarang tempat.

Contoh Fiksi

Cinta Pertama yang Tak Terlupa
                “Assalamu’alaykum,...” terdengar suara merdu dari balik pintu kelas. Semua siswa melihat ke arah pintu, terpana melihat sesosok gadis cantik, manis dan imut. Gadis itu bernama Fithri, dia adalah siswa kelas X yang disukai oleh banyak orang. Salah satu orang yang mengaguminya adalah aku, namaku Qay anak kelas X dan kebetulan sekelas dengan Fithri. Perlahan Fithri memasuki kelas, suasana kelas sangat sepi karena seluruh siswa terpesona melihatnya. Dia adalah gadis yang kuidam-idamkan, tidak hanya cantik namun aku tahu benar dia. Sifatnya penyanyang, pengertian, sopan, santun dan rajin beribadah. Sungguh sosok gadis yang sempurna di mataku.
                Tiba-tiba tatapan matanya mengarah kepadaku, seketika tubuhku membeku diam seribu bahasa. Matanya yang indah, seolah-olah bersinar terang menyinari hatiku. Jantungku berdetak tak menentu dag.. dig.. dug kian melaju cepat. Kucoba paksakan tubuh ini untuk membalas tatapan matanya, oh betapa bahagianya untuk kesekian kalinya aku melihatnya tersenyum kepadaku. “Ya Allah , apa ini? Apa ini yang dinamakan CINTA?” tanyaku dalam hati.
                Dan tak kusangka dia menghampiriku, dan betapa kagetnya aku saat tersadar dia duduk disampingku. “Mimpi apa aku semalan bisa duduk disamping gadis yang kuimpikan!”, gerutuku. Waktu terus berjalan, dan belum ada satu katapun yang terlontar dari bibirku untuk memecah kecanggungan diantara kita berdua. Sampai bel pulang akhirnya dengan sedikit malu-malu aku mencoba mengajaknya mengobrol. Walau dengan banyak salah tingkah namun hal itu tak membuat percakapan kami menjadi garing bahkan kami banyak bercanda dan memecah kesenyapan kelas dengan bahak tawa kita berdua.
                Sesampainya dirumah aku teringat bahwa besuk dalah ulang tahunnya, langsung kuganti pakaianku ku ambil kunci motorku dan bergegas mencari sebuah kado sederhana tetapi berharga dan dia sukai. Dan kutemukanlah sebuah novel yang sangat di sukainya yang berjudul Jingga dan Senja. Perjuangan sangat terasa untuk mencari novel ini karena di toko tersebut novel tersebut tidak di letakkan pada rak nivel tetapi di rak cerita remaja. Padahal dari awal aku mecari di rak novel sampai 3 rak ku kelilingi. Setelah menemukan kado itu ku kembali ke rumah, ku bungkus sendiri kado itu dengan penuh rasa senang dan harapan semoga dia menyukai kadoku dan tidak melupakan aku.
                Keesokan harinya kuberangkat sekolah, hati ini tidak sabar untuk memberikan kado ini untuknya. Namun mau gimana lagi, sesampainya di sekolah aku bergegas memasuki kelas aku tunggu sampai bel masuk sekolah berbunyi tapi dia belum datang juga. Aku khawatir jika ada suatu hala yang tidak diinginkan terjadi. Ku ikuti semua mata pelajaran hari itu dengan tidak tenang, jiwaku di kelas namun hatiku tak tau dimana. Dan akhirnya bel pulang sekolah berbunyi, segerahlah ku lari ke luar kelas langsung tancap gas menuju rumahnya.
                Sesampainya dirumahnya, terlihat suasana sangat sepi. Rumah yang rindang bercat putih dengan kolam ikan di depan rumahnya membuat sejuk suasana namun tidak suasana hatiku. Ku ketuk pintu rumahnya yang besar dan berwarna coklat itu, berkali-kali namun tak ada jawaban jua. Terdengar suara dari arah belakang, sesosok pria paruh baya dengan pakaian putih dan berpeci memanggilku. Dia bertanya padaku mencari siapa, kuceritakanlah aku mecari Fithri dan pria itu berkata kepadaku bahwa Fithri sedang sakit. Semalaman tubuhnya panas dan langsung di ralikan ke rumah sakit dekat tempat tinggalnya. Setelah medengar keterangan dari pria itu langsung aku pamit kepadanya dan pergi ke rumah sakit tersebut. Dengan perasaan cemas dan risau ku coba tenangkan hati ini, ku kuatkan hati ini untuk selalu berpikir positif.
                Setibaku di rumah sakit, tempat yang kutuju pertama kali adalah administrasi untuk mengetahui nomor kamar yang dia temati. Stelah kuketahui ruangannya ku langkahkan kaki ini untuk menuntun hati ini menyusuri lorong demi lorong rumah sakit yang suasananya sedikit horor itu. Setelah beberapa menit mengelilingi lorong kutemukan juga ruangannya yaitu ruangan mawar melati nomor 1712. Kubuka perlahan pintu kamar itu, sedikit demi sedikit mulai terlihat suasana di dalam kamar ada seorang gadis terbaring lemas di atas kasur putih yang bersih. Tak tega melihatnya tak berdaya, kenapa harus dia yang sakit bukan aku saja.
                Aku mulai memasuki kamar itu, dan dia terbangun melihatku mulai terlihat wajahnya yang tetap cantik walau sedikit pucat. Kududuk di sampingnya ku ucapkan kata demi kata untuk menghiburnya, dan sampai saatnya aku mengucapkan selamat ulang tahun padanya serambi memberikan kado yang sudah kupersiapkan untuknya. Wajahnya mulai berubah, yang awalnya sedikit sedih dan murung sekarang mulai dihiasi oleh senyuman manis dan tetesan air mata bahagia. Kuusap perlahan air mata yang terlinang di pipinya, kuucapkan janji padanya janji suci yang harus selalu di tepati. “Aku selalu ada untukmu kapanpun, disaat suka maupun duka ...” janjiku padanya.

                Dari peristiwa tersebut aku bisa lebih dekat dengannya lebih banyak menghabiskan waktu besamanya. Kunikmati hari-hari seru , yang tak penah kulupakan. Dan inilah cinta pertama seorang remaja yang labil dan sedikit aneh. Namun justru inilah yang membuat masa-masa remaja kita menjadi indah dan selalu terkenang selamanya , seumur hayat kita.

Contoh Laporan Tempat Bahasa Jepang

Tamansari e kimasu
Datang ke tamansari
タマンサリへきます
nisenjuyonnen hachigatsu ni ju ku-nichi kin youbi。
jumat, 29 agustus 2014。
にせんじゅよんねんはちがつにじゅくにちきんようび。
watashitaci wa tamansari e kimasu.
kami datang ke tamansari.
わたしたちはタマンサリへきます。
tamansari wa gozen ku-ji kara gogo san-ji made desu.
tamansari mulai pukul 09.00 sampai 15.00.
タマンサリはごぜんくじからごごさんじまでです。
SMA5 kara tamansari made hachi-kilometer.
sma5 sampai tamansari 8 kilometer.
SMA5からタマンサリまではちキロメテル。
sma5 kara tamansari made baiku de nijuppun gurai desu.
sma5 sampai tamansari menggunakan motor selama 20 menit.
SMA5からタマンサリまでバイクでにじゅっぷんぐらいです。
chiketto wa gosenrupiah desu.
tiket harganya Rp. 5.000,-。
チケットはごせんルピアです。
tamansari wa nigiyakana tokoro desu.
tamansari tempat yang ramai.
タマンサリはにぎやかなところです。
tamansari wa hiroi desu.akarui desu. furui desu.
tamansari luas, terang, lama.
タマンサリはひろいです。あかるいです。ふるいです。
tamansari de sanpo-suru to shashino toru tokoga dekimasu。
ditamansari dapat jalan-jalan dan mengambil foto。
タマンサリでさんぽするとしゃしのとるとこができます。
totemo omoshiroi desu.
dan hal ini sangat menyenangkan.
とてもおもしろいです。

Contoh Sinopsis Novel "Karel sang Detektif Cinta"

Karel bersama partnernya JT (Jusuf Tonggos) adalah detektif cinta, pria SMU ini mendapat tugas dari temannya yang bernama Rina. Rina ingin Karel dan JT menyelidiki pacarnya Dito yang mulai tidak mencintai Rina.
            Pagi-pagi Karel dan JT pergi ke lapangan futsal untuk memata-matai Dito. Karel menyuruh JT untuk memfoto gerak-gerik Dito. Setelah selesai futsal ada cewek yang nyamperin Dito. JT sudah memfoto semua gerak-gerik Dito lalu mereka pergi ke studio foto untuk mencuci fotonya tadi. Sambil menunggu fotonya selesai mereka makan di warung mie ayam di seberang jalan dekat studio foto. Setelah semua selesai mereka langsung pulang. Sampai di rumah, Karel membuat laporan untuk Rina, dan menyocokan sifat-sifat Dito.
            Keesokan harinya mama Gita (mama Karel) sudah siap sarapan tapi Karel belum ada di meja makan, Valen (kakak Karel) keluar dari pintu kamar. Lalu mama Gita ngebangunin Karel dan ternyata Karel masuk siang untuk bertanding badminton.
            Setelah mama Gita berangkat kerja, Valen , Karel dan JT sarapan. Valen mengajak Karel dan JT untuk menyelidiki Ike Suzana di kampung Puntenmas cewek cantik tapi pacar-pacarnya meninggal jika ingin menikahinya. Akhirnya mereka setuju untuk menyelidikinya pada saat liburan sekolah besok.
            Di sekolah Karel dan JT bertanding badminton dan mereka menang. Setelah selesai mereka didatangi Rina dan bertanya hasil penyelidikannya. Karel sudah mengirimkan ke e-mail Rina tapi Rina tidak sempat membuka. Dan Karel menjelaskan bahwa menurut dia Dito memang playboy karena setiap ada Dito pasti ada cewek yang bersamanya.
            Liburan pun tiba, pagi-pagi Valen, Karel, dan JT berangkat menggunakan mobil yang dikendarai Valen dengan kencang. Beberapa waktu setelah berangkat mereka mampir di warung yang menyediakan makanan kesukaan Karel. Setelah makan mereka meneruskan perjalanan. Siang hari mereka sampai di rumah Kosim (teman Valen). Disan mereka langsung istirahat. Sore hari setelah istirahat mereka menyabut singkong dan memetik kelapa hijau di kebun Kosim.
            Pagi-pagi saat semua belum bangun Karel sudah terbangun, ia melihat sesosok cewek cantik mengenakan baju putih menangis. Karel bertanya mengapa dia menangis dan dan siapa dia, lalu cewek itu menjawab bahwa nama dia Nesya dan meminta pertolongan Karel. Karel melangkah menuju ke tempat Nesya tapi ada yang menepuk pundak Karel dia adalah Kosim. Kosim seperti tau yang dialami Karel. Lalu Kosim menyuruh Karel masuk. Valen yang terbangun dari tidurnya langsung bertanya pada Kosim mengapa dia dan adiknya dari luar. Karel menjawab bahwa tadi ada cewek yang bernama Nesya. Kata Kosim ia akan membawa Karel.
            Setelah kejadian itu mereka langsung pergi menaiki gunung putri untuk melihat matahari terbit. Baru berapa langkah Karel mendengar suara Nesya memanggilnya, baru lima langkah menuju ke suara itu tiba-tiba Karel terperosok ke dalam sumur. Kosim , Valen dan JT panik. Kosim kembali ke rumah untuk mengambil tali untuk mengangkat Karel. Di dalam sumur Karel menemukan lorong berdiameter 1,5 meter, lalu Karel menyusuri lorong itu. Setelah 5 meter berjalan Karel melihat goa yang besar. Di dalam goa tersebut ada Nesya yang dimarahi oleh seorang perempuan tua. Ketika Karel mengedipkan mata tiba-tiba Nesya dan peempuan tua tadi hilang. Karel langsung menuju ke sumur tadi, disana sudah ada tali yang menunggunya, setelah Karel mengikatkan tali ke pinggangnya langsung Kosim, Valen dan JT menariknya. Baru setengah sumur kaki Karel menyangkut besi yang ada di pinggir sumur. Karel meminta agar mereka yang menariknya berhenti karena kakinya nyangkut. Karel melepas tali dan naik melalui tangga besi itu. Setelah sampai di atas Karel menceritakan semuanya termasuk perempuan tua tadi, mereka yakin bahwa sumur ini adalah ruang rahasia. Mereka langsung pulang karena kaki Karel kesleo. Mereka memutuskan untuk menyelidikinya nanti. Sapai dirumah mereka langsung istirahat. Karel terbangun dari tidurnya ia sudah berganti pakaian. Ia denger suara Nesya memanggilnya lalu Karel keluar dan bertemu dengan Nesya. Nesya kali ini berbeda Dia menjadi buruk rupa dan meminta pertolongan Karel. Tiba-tiba Kosim, JT dan Valen memanggil Karel, sesaat Karel nengok ke mereka sekejap itu pula Nesya hilang. Setelah itu mereka lalu sarapan.
            Sore hari pukul 15:00 mereka pergi ke sumur itu lagi. Kosim, Karel dan Valen masuk ke sumur sementara JT menjaga dari luar. Sesampainya di goa besar mereka langsung ke batu yang kemaren Karel liat. Disana ada bunga melati yang sangat banyak. Setelah itu mereka menelusuri goa yang lain. Disalah satu goa Karel melihat sesosok cewek berbaju putih mirip seperti Nesya. Karel pun menghampirinya tapi Nesya itu malah melotot dan mencekik Karel. Kosim dan Valen terkejut melihat Nesya malah mencekik Karel. Lalu dengan sekuat tenaga mereka ngelepas cekikan Nesya tapi tidak berhasil. Tiba-tiba muncul JT, JT terkejut ngeliat Nesya begitu juga Nesya dia juga terkejut melihat gigi JT yang tonggos sampai ketakutan Nesya sampai menangis. Ike Suzana memergoki mereka dan menggeprak mereka dengan batu sampai mereka pingsan. Saat mereka pingsan Ike menyuruh anak buahnya untuk membawa mereka ke ruang pemujaan karena akan dijadikan tumbal.
            Sesampainya di ruangan itu mereka siuman, dada mereka sesak karena bau yang sangat menyengat itu. Lalu mereka melepas tali ditangannya bergantian, setelah lepas mereka langsung cari jalan keluar. Setiba diluar mereka baru menyadari bahwa baju Valen berlumuran darah tapi Valen tidak apa-apa. Mereka meyakini bahwa itu darah manusia dan kemungkinan darah para tumbal karena setiap orang yang meninggal dikampungnya pasti kehabisan darah. Beberapa meter mereka berjalan mereka ketemu dengan anak buah Ike. Mereka sembunyi sambil ngikuti anak buah itu. Anak buah itu sudah sampai di gerbang besar yang langsung terbuka. Mereka terus mengikutinya. Setelah masuk ke gerbang itu mereka menemukan pintu emas besar berukir-ukir. Mereka penasaran dengan pintu itu , tapi tiba-tiba pintu itu terbuka dan mereka langsung sembunyi. Dari pintu itu keluarlah sesosok makhluk besar dan hitam. Mereka mengira bahwa itu adalah Draka.
            Setelah Draka pergi mereka langsung nerusin perjalanannya. Baru berapa meter Karel jatuh kedalam lubang lalu Valen, Kosim dan JT menyusulnya. Tembusan dari lubang itu adalah sungai, mereka langsung renang ngikutin arus sungai. Setelah mereka berenang cukup lama mereka berhenti di sebuah hutan. Disana JT melihat mobil JEEP parkir. Mereka heran mengapa ada mobil JEEP bisa parkir disitu. Lalu mereka berjalan menuruti Kosim karena Kosim tau jalan hutan itu. Tiba-tiba ada suara tembakan dari atas gunung, dia adalah anak buah Ike. Anak buah itu langsung lapor ke Ike. Dan langsung mengejar Valen, Karel, JT dan Kosim dengan mobil JEEP tadi. Mereka pun langsung lari.
            Sinar matahari hilang berganti menjadi mendung dan langsung hujan. Mobil JEEP itu masih mengejar mereka denga cepat. Karena kabut sangat tebal Karel dan Kosim tidak mengetahui bahwa didepannya ada jurang, merekapun jatuh kejurang. Beruntung ada akar pohon yang dapat mereka pegangngi. Valen dan JT terkejut melihat Karel dan Kosim jatuh kejurang. Mobil JEEP itu datang, JT dan Valen pun langsung sembunyi. Anak buah Ike tidak dapat menemukan mereka karena kabut yang sangat tebal. Setelah anak buah Ike pergi Valen dan JT langsung melepas ikat pinggang mereka untuk menolong Karel dan Kosim. Setelah mereka berhasil menyelamatkan Karel dan Kosim. Mereka istirahat sejenak lalu melanjutkan perjalanan mereka. Hampir sampai di desa Kosim mereka bertemu dengan polisi, JT dan Valen langsung datang kepolisi itu tapi polisi itu malah memborgol mereka dan langsung membawa mereka ke rumah tua. Kosim dan Karel kaget melihat Valen dan JT malah diborgol. Karel dan Kosim lalu mendatangi mobil tadi dan mereka bersepakat bahwa Karel  akan menyetir mobil polisi itu ke kantor polisi untuk melapor sedangkan Kosim menututi JT dan Valen yang dibawa polisi tadi.
            Hujan semakin deras tapi Karel tetap melaju kencang tapi agak hati-hati. Baru tengah perjalanan Karel menabrak sesuatu, ternyata dia menabrak Draka. Draka pun langsung ngamuk, sementara Karel tetap melaju kencang walau Draka melempar batu yang hingga merusak mobil polisi itu. Setelah jauh dari Draka, Nesya muncul menunjukan arah kepada Karel hingga kantor polisi. Sesampainya di kantor polisi Karel langsung melapor dan langsung ditangani oleh kepala polisi. Dia lalu menceritakan semuanya termasuk polisi yang menangkap teman-temannya. Para polisi terkejut dengan cerita Karel.
            Sementar itu JT dan Valen sudah ada di rumah tua itu, mereka di bawa ke ruang sajen. Mereka sudah ketakutan berat. Setelah ditinggal sendiri mereka sudah pasrah. Tiba-tiba ada yang membuka pintu dan ternyata yang membuka pintu adalah Kosim. Mereka senang sekali melihat Kosim menyelamatkan mereka. Baru beberapa langkah mereka dihadang polisi tadi dan Ike Suzana. Mereka langsung dilumpuhkan oleh polisi itu dengan mengancam dengan pistolnya. Mereka lalu dibawa ke ruang tumbal. Disana sudah ada altar panjang dengan banyak bunga sajen di mana-mana. Ike meminta Valen sebagai tumbal pertama dia menyuruh valen untuk tiduaran di altar itu. Walau Valen melawan tapi dia tidak bias mengelak. Setelah itu Ike langsung membaca mantra. Setelah membaca mantra muncullah Draka. Draka tidak suka dengan Valen dia ingin Karel tapi Karel tidak ada jadi Draka memilih Kosim. Sesaat ketika Draka akan menyembelih Kosim dengan pisau, Kosim menancapkan batu runcing ke perut Draka. Tapi itu sia-sia karena sesaat perutnya langsung pulih.
            Lalu Karel bersama kapten polisi dan polisi lainnya mengepung tempat itu. Karel dan Kapten menyuruh polisi yang jahat itu ngelepasin tapi polisi itu tidak mau Karena ingin kaya. Polisi-polisi menembaki Draka tapi tidak mempan sedikitpun. Tiba-tiba sesosok Nesya datang memanggil Karel dan teman-teman yang lain agar mengikuti dia. Beberapa meter melangkah mereka sampai diruangan yang didalamnya ada pisau berlian didalam toples. Nesya bilang jika ingin memusnahkan Draka maka harus menancapkan pisau itu ke ubun-ubun Draka. Lalu mereka membuat strategi.
            Kosim pergi ke tempat persembunyian Ike dia memukul Ike hingga pingsan dan membuat jebakan buat Draka. Draka pun termakan jebakan dan mendatangi  Ike istrinya. Lalu JT dari atas menancapkan pisau ke ubun-ubunnya tapi meleset dan tertancap di pundak Draka. Draka pun kesakitan. Dengan cepat Karel mencabut pisau itu dan langsung menancapkan di ubun-ubun Draka. Dengan sekejap Draka langsung musnah. Setelah kejadian itu cuaca menjadi terang dan cerah.
            Mereka langsung di bawa ke kantor polisi. Disana Kosim, Karel, Valen dan JT menikmati makan malamnya bersama Nesya yang sudah jadi manusia lagi karena semenjak bersama Ike tubuh Nesya diisi dengan iblis dan roh Nesya gentayangan. Nesya dijemput orang tuanya. Mereka senang bisa menolong Nesya. Ternyata Ike adalah adik ibunya Nesya.
            Setelah kejadian itu, mereka langsung pulang ke tempat Kosim disana Kosim mencabutkan singkong dan memetikan kelapa hijau untuk mereka bawa pulang. Sesampainya dirumah mereka di sambut dengan kemarahan Mama Gita Karena cemas tidak mengabarinya. Tapi melihat mereka baik-baik saja mama Gita menjadi senang.


~TAMAT~