Selamat Datang

SELAMAT DATANG di BLOG SAYA

Wednesday, 1 October 2014

Contoh Membalas Surat dalam Bahasa Jepang

Balas surat B
こにちわ、はじめまして。
わたしはリザルパムンカスです。
ヨグヤカルタにすんでいます。
バドミントンがすきです。
ジャヴァごがとくいです。
えいごがすこしできます。

Balas surat C
はじめまして。
わたしのなまえはリザルパムンカス。
いまこうこう2ねんせいです。
17さいです。
わたしはおんがくがすきです。
しゅみはおんがくおきくことです。



                                                                                                                リザルパムンカス

                                                                                                                XI IPA  1・30

Sunday, 15 June 2014

MATERI MAJAS , SOAL DAN KUNCI JAWABAN



MAJAS

Majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang bertujuan untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis.

Majas terdiri atas :

--> Majas Perbandingan

--> Majas Pertentangan

--> Majas Sindiran

--> Majas Penegasan

A. Majas Perbandingan

Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca. Beberapa Majas Perbandingan :

1) Asosiasi atau Perumpamaan

Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana.

Contoh : Mukanya pucat bagai mayat.



2) Metafora

Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis.

Contoh: Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)



3) Personifikasi

Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.

Contoh: Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.

4) Alegori

Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.

Contoh : Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi.

5) Simbolik

Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.

Contoh : Rumah itu hangus dilalap si jago merah.





6) Metonimia

Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.

Contoh: Ayah pulang dari luar negeri naik garuda. (maksudnya pesawat)

7) Sinekdok

Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.

a. Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.

Contoh: Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.

b. Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.

Contoh: Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.

8) Simile

Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, umpama,ibarat,bak, bagai.

Contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

B. Majas Pertentangan

Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Beberapa macam Majas Pertentangan :

1) Antitesis

Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.

Contoh: Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.

2) Paradoks

Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada
Contoh: Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.

3) Hiperbola

Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.

Contoh: Suaranya menggelegar membelah angkasa.

4) Litotes

Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.

Contoh: Silahkan naik gerobak kami.

C. Majas Penegasan

Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Beberapa majas penegasan :

1) Pleonasme

Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.

Contoh: Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.

2) Repetisi

Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.

Contoh: Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.

3) Paralelisme

Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.

Contoh:

Cinta adalah pengertian

Cinta adalah kesetiaan

Cinta adalah rela berkorban

4) Tautologi

Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.

Contoh: Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.

5) Klimaks

Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut dan makin lama makin meningkat.

Contoh: Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.

6) Antiklimaks

Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut yang makin lama menurun.

Contoh : Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu.

7) Retorik

Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.

Contoh: Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?

D. Majas Sindiran

Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi:

1) Ironi

Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud menyindir.

Contoh: Ini baru siswa teladan, setiap hari pulang malam.

2) Sinisme

Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.

Contoh : Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu.

3) Sarkasme

Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.

Contoh: Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!




Evaluasi

1. Dibawah ini yang menggunakan majas metafora adalah...
a.Mukanya pucat bagai mayat.
b.Perpustakaan adalah gudang ilmu.
c. Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
d. Melati, lambang kesucian.
e. Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.

2.Perhatikan kalimat-kalimat dibawah ini :

(1)Jonathan adalah bintang kelas dunia.

(2)Ia terkenal sebagai buaya darat.

(3)Rumah itu hangus dilalap si jago merah.

(4)Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.

Kalimat manakah yang menggunakan majas simbolik...

a. (1) dan (2)

b. (2) dan (3)

c. (1) dan (3)

d. (2) dan (4)

e. (1),(2) dan (3)

3. Suaranya menggelegar membelah angkasa.

Kalimat mana yang menggunakan majas seperti kalimat diatas...

a. Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.

b. Di kantongnya selalu terselib gudang garam.
Teratai, lambang pengabdian.

d. Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

e. Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.

4. Yang termasuk majas pertentangan adalah...

a. Paradoks

b. Alegori

c. Personifikasi

d. Simbolik

e. Paralelisme

5. Minggu lalu aku dan keluargaku pergi berlibur ke Yogyakarta. Kami mendatangi beberapa pantai, salah satunya Pantai Baru. Disana kami menemukan suasana yang asri. Angin menggerakkan pohon-pohon kwaru, ombak berlari-lari menepi mengejar kami. Terik matahari membakar kulit sampai keringat bercucuran.

Majas yang terkandung dalam paragraf diatas adalah...

a. Alegori

b. Paralelisme

c. Asosiasi

d. Hiperbola

e. Personifikasi

6. Majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis adalah...

a. Perumpamaan

b. Asosiasi

c. Personifikasi

d. Alegori

e. Metafora

7. Majas dibagi menjadi beberapa macam jenis yaitu...

a. Perbandingan, pertentangan, sindiran, dan penegasan.

b. Perumpamaan, sindiran, simbolik, dan personifikasi.

c. Repetisi, ironi, metafora, dan eufumisme.

d. Metonimia, sindiran, pertautan, dan pertentangan.

e. Perumpamaan, pertentangan, sindiran dan tautan.

8. Kalimat dibawah ini yang menggunakan majas metonimia...

a. Pak Budi naik sepeda motor ke sekolah.

b. Saya naik sepeda ke warung.

c. Paimin naik garuda ke Singapura.

d. Sutiyem memakan dodol dari Bandung.

e. Yuli terperangkap muslihat buaya darat.

9. Dibawah ini termasuk dalam majas penegasan, kecuali...

a. Pleonasme

b. Repetisi

c. Metonimia

d. Paralelisme

e. Tautologi

10. Di bawah ini kalimat yang bukan menggunakan majas pertentangan adalah...

a. Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.

b. Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.
Dia dianggap anak emas majikannya.

d. Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

e. Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.

11. Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.

Kalimat di atas menggunakan majas...

a. Ironi

b. Sarkasme

c. Retorik

d. Sinisme

e. Hiperbola

12. Sinisme adalah majas yang...

a. mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.

b. mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.

c. menyatakan hal yang bertentangan denganmaksud menyindir.

d. menyatakan sindiran secara langsung.

e. sindiran yang paling kasar.

13. Majas asosiasi sering juga disebut majas...

a. Perumpamaan

b. Personifikasi

c. Metonimia

d. Sinisme

e. Perbandingan

14. Tujuan dari penggunaan majas adalah...

a. Memberikan kesan bahagia.

b. Tercipta sebuah kesan imajinatif.

c. Melampiaskan kreatifitas.

d. Memberikan pesan moral.

e. Menunjukan unsur instrinsik.

15. (1) Awalnya anak itu tengkurap.1

(2) Terus dia berusah untuk berjalan.3

(3) Lalu perlahan berdiri.2

(4) Selanjutnya dia berlari sekuat tenaga.5

(5) Lanjut dia mempercepat gerak kakinya.4

Agar menjadi paragraf yang menggunakan majas klimaks maka urutan yang tepat adalah...

a. (1),(2),(3),(4),dan(5)

b. (2),(5),(1),(4),dan(3)

c. (1),(3),(2),(5),dan(4)

d. (2),(3),(1),(5),dan(4)

e. (2),(3),(1),(4),dan(5)

16. Kalimat di bawah ini yang menggunakan majas tautologi yaitu...

a. Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.

b. Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.

c. Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.

d. Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.

e. Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?

17. Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

Kalimat dibawah ini yang menggunakan majas sama dengan kalimat di atas yaitu...

a. Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.

b. Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

c. Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

d. Naiklah ke gerobak saya yang sedang parkir di sana.

e. Suaranya menggelegar membelah angkasa.

18. Soal nomor 17 menggunakan majas ...

a. Metonimia

b. Litotes

c. Sinestesia

d. Personifikasi

e. Repetisi

19. Majas yang menjadikan benda mati seolah-olah bernyawa termasuk dalam majas macam...

a. Perbandingan

b. Pertentangan

c. Perumpamaan

d. Sindiran

e. Penegasan

20. Yang termasuk ke dalam majas penegasan adalah...

a. Sinisme, perumpamaan, personifikasi

b. Repetisi, pleonasme, tautologi

c. Tautologi, sinisme, sinestesia

d. Metafora, hiperbola, paradoks

e. Ironi, sarkasme, litotes




KUNCI JAWABAN




1. B

2. B

3. D

4. A

5. E

6. E

7. A

8. C

9. C

10. C

11. D

12. D

13. A

14. B

15. C

16. D

17. E

18. B

19. A

20. B

Sunday, 17 November 2013

Wajib Dibuka PENTING !! harus dilaksanakan

Yuk vote mading Jurnalistik Lima!
Caranya, punya akun twitter. Follow @campusmagz lalu buat tweet dengan format 3D Mading #SMAN5YOGYAKARTA1
Share ya!~ Makasih

Saturday, 16 November 2013

Contoh Feature



TRIP TO CANDI BANYUNIBO

Untuk mengisi waktu luang, kami sepakat untuk mengunjungi objek wisata Candi Banyunibo yang berada di dusun Cepit, Kelurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Perjalanan kami mulai dari Piyungan, rute kami jalan Piyungan-Prambanan ke utara, sebelum candi Mboko ada belokan ke kanan lurus terus. Semula jalannya aspal halus tapi tak lama kemudian setelah berbelok kami menemui jalanan aspal yang cukup rusak, mungkin karena sudah lama dan di sana masih tergolong pedesaan.
Sesampainya disana kami harus membayar biaya masuk yaitu sebesar Rp 1.000 untuk anak-anak dan Rp 2.000 untuk dewasa. Biaya itu masih tergolong murah dan belum terlalu tenar seperti candi Prambanan atau Borobudur. Candi Banyu Nibo dikelilingi perbukitan disebelah utara, timur, dan selatan.  Candi ini ditemukan kembali pada buloan November 1940 dan dilakukan penelitian sampai tahun 1942, penelitian ini berhasil menyelesaikan subasement, kaki candi, tubuh candi serta pagar sisi utara dan selesai pada tahun 1978. Candi ini Terdiri dari 1 buah bangunan induk dan 6 buah candi perwara yang terdiri dari 3 buah candi perwara selatan dan 2 di timur candi.
Candi Induk
Candi induk menghadap ke barat, kiri dan kanan tangga terdapat pahatan tokoh-tokoh yang belum diketahui identitasnya. Pada ambang pintu masuk ada hiasan Kalamakara. Sedangkan  pada ujung tangga ada hiasan Mukara yang berakhir dengan relief seekor singa. Tubuh candi berbentuk tambun dan pada dinding selatan terdapat relief seorang wanita yang dikerumuni anak-anak, sedangkan sebelah utara ada gambar seorang pria dalam posisi duduk.
Candi induk berukuran 15,325 X 14,25 m , tinggi 14,25 m dan tinggi Kaki 2,5 m.
Masing – masing sudut tedapat Jaladwara  yang berfungsi sebagai saluran air hujan.
Kaki candi dibagi menjadi beberapa bidang (Panel) berisi hiasan tumbuh-tumbuhan yang keluar dari pot yang berbentuk seperti sandaran lampu duduk, pinggang, wortel dan siput, yang dianggap sebagai lambang kehidupan atau kesuburan. Diatas kaki ada selasar tanpa pagar yang berfungsi sebagai jalan untuk mengelilingi candi.
Di dalam dan luar ada relief tokoh Kuwera. Didalam tubuh candi terdapat bilik berukuran 68,75 x 4,5 m. Pada bagian dinding sebelah selatan terdapat relief tokoh wanita yang disebeut Dewi Hariti dan Vaisravana suaminya. Relief itu menggambarkan anak-anak yang memanjat sebatang pohon dan Dewi Hariti yang dikelilingi anak-anak. Dewi Hariti dianggap Dewi Kesuburan, Dewi Ibu dan Dewi Kekayaan, ini digambarkan sebagai figur dengan alat genetial yang menonjol dan selalu diikuti anak-anak. Di dinding ada jendela-jendela yang dihiasi dengan pilaster. Atap bagian bawah candi berbentuk daun bunga padma atau ghanta dan diatasnya ada atap berbentuk stupa Teraiti dari Prasadha Harmika dan Yasti yang menunjukan bahwa candi itu berlatarbelakang Budha.
Sekian cerita pengalaman kami di Candi Banyunibo, jika masih kurang puas baca ini langsung aja datang langsung ke candinya. Pasti perjalananmu akan asik dan gembira, jangan lupa berkunjung ya. Jangan lupakan peninggalan sejarah dari leluhur-leluhur kita.

~Tim JULINK~

Saturday, 20 October 2012

Contoh Rancangan Metode Ilmiah


METODE ILMIAH
1.     Merumuskan masalah
ð  Pengaruh cuka pada pengawetan bunga yang direndam di vas isi air bersih.
ð  Apakah cuka bisa membuat pengawetan bunga lebih lama?
2.    Kajian pustaka / observasi
Kita semua tahu bahwa bunga disimpan dalam vas meningkatkan daya tarik visual ruangan yang sangat mencerahkan seluruh area. Inilah sebabnya mengapa banyak orang menyukai untuk menjaga berbagai jenis bunga harum dan non-wangi di rumah mereka, sehingga nilai estetika meningkat. Ketika anda membeli bunga Anda biasanya membawa bunga potong yang dipotong pada ketinggian tertentu sehingga Anda hanya bisa menyimpannya dalam vas isi air, atau menggunakan mereka untuk rangkaian bunga.
Cara ini sering kita sebut dengan pengawetan yaitu, proses atau cara untuk menjadikan sesuatu awet dan tahan lama. Dan sering pula kita menambahkan air cuka kedalam air rendaman bunga tadi. Cuka adalah adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2.
3.    Merumuskan hipotesis (duagaan sementara)
a.     Hipotesis
                                                            i.      Hipotesis nol
Cuka tidak mempengaruhi bunga yang diawetkan, dan akn sama saja.
                                                         ii.      Hipotesis perlakuan
Cuka mempengaruhi bunga yang diawetkan dan akan lebih tahan lama.
b.      Variael penelitian
                                                            i.      Variabel bebas
Air cuka
                                                         ii.      Variabel terikat
Kesegaran bunga
                                                      iii.      Variabel kontrol
Air tawar, vas, jenis bunga
4.    Melakukan eksperiman / pengamatan
a.     Menentukan alat dan bahan
                                                            i.      Alat
è Vas bunga kaca 2,
                                                         ii.      Bahan
è Air tawar secukupnya,
è Bunga potong secukupnya,
è Cuka secukupnya,
b.      Menyusun cara kerja
è Pertama, siapakan 2 vas bunga
è Kedua, isi vas tersebut dengan air tawar secukupnya.
è Lalu, tambahankan air cuka ke salah satu vas secukupnya.
è Kemudian, taruh bunga potong ke kedua vas.
è Terakhir, amati selama kurang lebih tiga hari.
è Jangan lupa untuk mencatat hasil pengamatan tadi pada lembar kerja.
5.    Mengolah data / menganalisis data
Tabel pengamatan :
Hari ke-
Bunga dengan cuka
Bunga tanpa cuka
1
O   Segar
O   Layu
O   Kering
O   Segar
O   Layu
O   Kering
2
O   Segar
O   Layu
O   Kering
O   Segar
O   Layu
O   Kering
3
O   Segar
O   Layu
O   Kering
O   Segar
O   Layu
O   Kering